Minggu, 17 Mei 2009

KONSEP DASAR ASURANSI SYARIAH

MENGENAL KONSEP DASAR ASURANSI SYARIAH

Perkembangan produk-produk dengan prinsip syariah baru berkembangn kurang lebih 3-4 tahun yang lalu, salah satunya adalah produk asuransi syariah yang dipelopori oleh PT Asuransi Takaful Indonesia yang berdiri pada tahun 1994.Dengan terus berkembangnya produk-produk berbasis syariah, maka kami melihat pentingnya untuk memperkenalkan secara khusus produk asuransi syariah.Sebelum masuk prinsip-prinsip dan mekanisme produk tersebut, banyak kalangan muslim yang beranggapan bahwa berasuransi adalah haram.

Asuransi Tidak Islami?


Sebagian kalangan Islam beranggapan bahwa asuransi sama dengan menentang qodlo dan qadar atau bertentangan dengan takdir. Pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan, kemalangan dan kematian merupakan takdir Allah. Hal ini tidak dapat ditolak. Allah berfirman dalam surat Al Hasyr: 18

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (masa depan) dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Jelas sekali dalam ayat ini kita dipertintahkan untuk merencanakan apa yang akan kita perbuat untuk masa depan.

Dimana raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus, dan dia juga melihat tujuh tangkai gandum yang hijau berbuah serta tujuh tangkai yang merah mengering tidak berbuah.

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapapi masa sulit tesebut, kecuali sedikit dari apa yang disimpan.

Dan sangat jelas ayat diatas menyatakan bahwa berasurnasi tidak bertentangan dengan takdir, bahkan Allah menganjurkan adanya upaya-upaya menuju kepada perencanaan masa depan dengan sisitem proteksi yang dikenal dalam mekanisme asuransi.

Jadi, jika sistem proteksi atau asuransi dibenarkan, pertanyaan selanjutnya adalah: apakah asuransi yang kita kenal sekarang (asuransi konvensional) telah memenuhi syarat-syarat lain dalam konsep muamalat secara Islami. Ketiga hal ini akan dijelaskan dalam penjelasaan rinci mengenai perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah.


Asuransi Konvensional Dan Syariah


Asuransi jiwa syariah dan asuransi jiwa konvensional mempunyai tujuan sama yaitu pengelolaan atau penanggulangan risiko. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah cara pengelolaannya pengelolaan risiko asuransi konvensional berupa transfer risiko dari para peserta kepada perusahaan asuransi (risk transfer) sedangkan asuransi jiwa syariah menganut azas tolong menolong dengan membagi risiko diantara peserta asuransi jiwa (risk sharing).

Pengelolaan dana pada asuransi jiwa syariah menganut investasi syariah dan terbebas dari unsur ribawi

Secara rinci perbedaan antara asuransi jiwa syariah dan asuransi jiwa konvensional dapat dilihat pada uraian berikut :


Kontrak Atau Akad


Kejelasan kontrak atau akad dalam praktik muamalah menjadi prinsip karena akan menentukan sah atau tidaknya secara syariah. Demikian pula dengan kontrak antara peserta dengan perusahaan asuransi. Asuransi konvensional menerapkan kontrak yang dalam syariah disebut kontrak jual beli (tabaduli).

Dalam kontrak ini harus memenuhi syarat-syarat kontrak jual-beli. Ketidakjelasaan persoalan besarnya premi yang harus dibayarkan karena bergantung terhadap usia peserta yang mana hanya Allah yang tau kapan kita meninggal mengakibatkan asuransi konvensional mengandung apa yang disebut gharar —ketidakjelasaan pada kontrak sehingga mengakibatkan akad pertukaran harta benda dalam asuransi konvensional dalam praktiknya cacat secara hukum

Sehingga dalam asuransi jiwa syariah kontrak yang digunakan bukan kontrak jual beli melainkan kontrak tolong menolong (takafuli). Jadi asuransi jiwa syariah menggunakan apa yang disebut sebagai kontrak tabarru yang dapat diartikan sebagai derma atau sumbangan. Kontrak ini adalah alternatif uang sah dan dibenarkan dalam melepaskan diri dari praktik yang diharamkan pada asuransi konvensional.

Tujuan dari dana tabarru’ ini adalah memberikan dana kebajikan dengan niat ikhlas untuk tujuan saling membantu satu dengan yang lain sesama peserta asuransi syariah apabila diantaranya ada yang terkena musibah. Oleh karenanya dana tabarru’ disimpan dalam satu rekening khsusus, dimana bila terjadi risiko, dana klaim yang diberikan adalah dari rekening dana tabarru’ yang sudah diniatkan oleh semua peserta untuk kepentingan tolong menolong.


Kontrak Al-Mudharabah


Sedangkan unsur di dalam asuransi jiwa bisa juga berupa tabungan. Dalam asuransi jiwa syariah, tabungan atau investasi harus memenuhi syariah.

Dalam hal ini, pola investasi bagi hasil adalah cirinya dimana perusahaan asuransi hanyalah pengelola dana yang terkumpul dari para peserta. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi, ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut bukan akibat kelalaian di pengelola. Misalkan kontrak bagi hasilnya adalah 60:40, dimana peserta mendapatkan 60 persen dari keuntungan sedang perusahaan asuransi mendapat 40 persen dari keuntungan.

Dalam kaitannya dengan investasi, yang merupakan salah satu unsur dalam premi asuransi, harus memenuhi syariah Islam dimana tidak mengenal apa yang biasa disebut riba. Semua asuransi konvensional menginvestasikan dananya dengan mekanisme bunga. Dengan demikian asuransi konvensional susah untuk menghindari riba. Sedangkan asuransi syariah daolam berinvestasi harus menyimpan dananya ke berbagai investasi berdasarkan syariah Islam dengan sistem al-mudharabah.


Dana Hangus


Begitu pula dengan asuransi jiwa konvensional non-saving (tidak mengandung unsur tabungan) atau asuransi kerugian, jika habis msa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka premi asuransi yang sudah dibayarkan hangus atau menjadi keuntungan perusahaan asuransi.

Dalam konsep asuransi syariah, mekanismenya tidak mengenal dana hangus. Peserta yang baru masuk sekalipun karena satu dan lain hal ingin mengundurkan diri, maka dana atau premi yang sebelumnya sudah dibayarkan dapat diambil kembali kecuali sebagian kecil saja yang sudah diniatkan untuk dana tabarru’ yang tidak dapat diambil.Begitu pula dengan asuransi syariah umum, jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka pihak perusahaan mengembalikan sebagian dari premi tersebut dengan pola bagi hasil, misalkan 60:40 atau 70:30 sesuai dengan kesepakatan kontrak di muka. Dalam hal ini maka sangat mungkin premi yang dibayarkan di awal tahun dapat diambil kembali dan jumlahnya sangat bergantung dengan tingkat investasi pada tahun tersebut.

Manfaat Asuransi Syariah

Asuransi syariah dapat menjadi alterntif pilihan proteksi bagi pemeluk agama Islam yang menginginkan produk yang sesuai dengan hukum Islam. Produk ini juga bisa menjadi pilihan bagi pemeluk agama lain yang memandang konsep syariah adil bagi mereka. Syariah adalah sebuah prinsip atau sistem yang ber-sifat universal dimana dapat dimanfaatkan oleh siapapun juga yang berminat. Demikianlah sekilas ulasan mengenai asuransi syariah.

FILOSOFIS ISLAM

Sehingga seluruh aktivitas, termasuk ekonomi, harus dilaksanakan sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT secara total.Yang kedua, prinsip keadilan dan keseimbangan, yang menjadi dasar kesejahteraan manusia. Yang ketiga adalah kebebasan. hal ini berarti bahwa setiap manusia memiliki kebebasan untuk melaksanakan berbagai aktivitas ekonomi sepanjang tidak ada ketentuan Allah SWT yang melarangnya. Selanjutnya yang keempat adalah pertanggungjwaban.

MEYIASATI RISIKO LEWAT ASURANSI

MEYIASATI RISIKO LEWAT ASURANSI
Rangkuman Artikel dari Elvyn G Masassya

Risiko tidak hanya terjadi pada investasi. Namun, risiko termasuk risiko banjir - bukannya tidak biasa disiasati. Kalangan tersebut boleh jadi sudah memindahkan risikonya kepada perusahaan asuransi. Jadi, perusahaan asuransi-lah yang akan menanggung risiko yang dialami kalangan tadi.

Program asuransi sebenarnya bukan hal baru. Berbagai kalangan memahami, asuransi sebagai lembaga keuangan pengelola risiko memang diperlukan keberadaannya. Dus, agar risiko yang sama tidak perlu terulang lagi, atau tidak perlu Anda tanggung sendiri ada baiknya mempertimbangkan untuk mengikuti program asuransi.

Dengan mengikuti program asuransi berarti Anda telah mengalihkan risiko kepada pihak lain. Untuk risiko yang dialihkan itu Anda mesti membayar premi yang besarnya bergantung pada risiko yang dialihkan dan manfaaat yang inginkan diperoleh. tetapi, dalam tulisan ini hanya dibahas tiga jenis asuransi, yakni asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. kemudian, aspek apa saja yang mesti diperhatikan dalam memilih suatu program asuransi.

ASURANSI KESEHATAN
SEBELUM menentukan asuransi apa yang akan dipilih, langkah pertama yang seyogia-nya dilakukan adalah menentukan kebutuhan. Dari ketiga jenis asuransi diatas, tentukan tingkat preferensinya sesuai kondisi Anda. Alasannya, karena bila Anda sakit, biaya yang dikeluarkan bisa saja tidak sedikit. Kalaupun saja Anda bekerja pada suatu perusahaan dan perusahaan tersebut memberikan fasilitas biaya kesehatan, nilainya mungkin saja tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengikuti program asuransi kesehatan yang manfaatnya disesuaikan kebutuhan Anda.

Dalam realitasnya, cukup banyak kalangan yang sama sekali tidak memiliki fasilitas kesehatan apa pun. Bagi kalangan seperti ini, tentu saja asuransi kesehatan seyogianya merupakan hal mutlak, sebab tidak ada yang tahu kapan risiko sakit datang meskipun Anda menjaga kesehatan dengan baik. Oleh karena itu, asuransi kesehatan bisa dipertimbangkan untuk dimiliki.

Pertanyaannya, asuransi kesehatan seperti apa yang layak dipilih? saat ini, selain penawaran langsung dari perusahaan asuransi kesehatan, cukup banyak asuransi kesehatan yang ditawarkan melalui penyelengara kartu kredit (issuer). Tidak ada yang salah dengan pola penawaran seperti itu, namun Anda mesti mencermati keuntungan apa yan gdiberikan perusahaan asuransi. Kemudian, apakah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan penerbit kartu kredit tersebut cukup bonafid dan telah memiliki pengalaman. Jadi, untuk memilih perusahaan asuransi kesehatan, paling tidak ada dua hal yang mesti di perhatikan, yakni bonafiditas dan track recordnya, kemudian keuntungan ditawarkan dibandingkan dengan premi yang dibebankan kepada Anda. Selain itu, Anda juga mesti memperhatikan rumah sakit yang bekerja dengan perusahaan asuransi kesehatan itu. Semakin banyak rumah sakit yang bekerja sama, semakin bonafid-lah perusahaan asuransi tersebut. Percuma Anda memiliki asuransi kesehatan bila ternyata rumah sakti di dekat rumah Anda - sebgai misal - tidak memiliki kerja sama dengan asuransi kesehatan yang Anda miliki.

ASURANSI JIWA
Lalu bagaimana dengan asuransi jiwa? Asuransi yang satu ini pada dasarnya sudah cukup tua, tetapi belum semua orang memandang perlu mengikuti asuransi jiwa. Mulai yang obyektif karena pertimbangan keuangan, sampai alasan subyektif yang berlatar paradigma berpikir. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk juga memiliki asuransi jiwa.

Bagaimana memilih asuransi jiwa yang sesuai dengan usia, kondisi keuangan, dan juga tujuan memiliki asuransi jiwa? Jika uang Anda terbatas untuk membayar premi, pilihan paling relevan adalah memilih asuransi jiwa yang murni proteksi. Asuransi jiwa yang murni proteksi sebaiknya Anda ambil untuk jenis seumur hidup. Jika kondisi keuangan Anda cukup baik, bisa dipertimbangkan untuk mengambil asuransi jiwa plus investasi. Asuransi jiwa yang satu ini bisa Anda nikmati sendiri, bila sampai batas waktu yang diperjanjikan ternyata usia Anda masih cukup panjang. Misalnya, saat ini usia Anda 30 tahun, Anda bisa saja membeli asuransi jiwa berjangka waktu 20 tahun. Jika Anda berumur panjang, maka pada usia 50 tahun, Anda akan menikmati premi yang sudah disetorkan plus pengembangannya melalui investasi. Tetapi, bila Tuhan menentukan lain dan usia Anda tidak cukup maka ahli waris Anda tetap terjamin keuangannya.

Dalam hal memilih perusahaan asuransi jiwa, kriterianya tidak berbeda jauh dari memilih perusahaan asuransi kesehatan. Anda mesti mencermati bonafiditas, track record, dan premi yang dibebankan kepada Anda. Sementara, bila asuransi yang akan Anda beli adalah asuransi plus investasi , tentu kriterianya lebih banyak lagi, termasuk berapa persen uang premi Anda akan memperoleh pengembalian dalam kurun masa Anda menjadi peserta asuransi itu. Ketiga faktor tersebut sebaiknya Anda bandingkan dalam menyeleksi perusahaan asuransi.

ASURANSI KERUGIAN
Berikutnya adalah asuransi kerugian. Kendaraan yang kena banjir dan mengalami kerusakan ataupun rumah berikut isinya, jika diasuransikan dapat diklaim kepada perusahaan asuransi.
Akan tetapi, ada juga pemilik asuransi kerugian yang ternyata bisa melakukan klaim kepada perusahaan asuransi karena liputan penutupan kerugian asuransi yang dimilikinya terbatas dan tidak termasuk kerugian yang disebabkan banjir. Oleh karena itu, hal utama yang mesti Anda cermati tatkala memilih asuransi kerugian adalah aspek apa saja yang ditutup perusahaan tersebut. Anda mesti jeli mencermati semua itu, sebab kebanyakan perusahaan asuransi tidak begitu saja mau menjelaskan kepada Anda.
Simpulannya, risiko bukan tidak bisa disiasati. Jika kondisi keuangan Anda cukup baik, bisa dipertimbangkan untuk paling tidak memiliki tiga polis asuransi, yaitu asuransi kesehatan, jiwa dankerugian. Tetapi, jika keadaan keuangan Anda relatif terbatas, tentukan pilihan sesuai kebutuhan Anda. Kemudian, dalam memilih perusahaan asuransi, pertimbangkan faktor paling mendasar, seperti bonafiditas perusahaan dan premi yang menjadi beban Anda

Bahaya dan Resiko Asuransi

:: BAHAYA DAN RISIKO ::

Dari segi asuransi, risiko adalah kemungkinan kerugian yang akan dialami seseorang yang diakibatkan oleh bahaya yang mungkin terjadi tetapi tidak diketahui kapan terjadinya dan apa yang akan terjadi.

Untuk menghadapi risiko tersebut kita perlu persiapan dan perlindungan yang layak. Sehingga pentingnya asuransi semakin terlihat ketika seseorang ditimpa musibah, musibah memang tidak dikehendaki setiap orang. Tetapi siapa yang bisa menolak andaikata bencana seperti terjadinya kerusuhan sosial atau musibah banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Jakarta, secara tidak diduga muncul di depan mata. Tidak terhitung kerugian yang mesti ditanggung masyarakat akibat bencana tersebut. Maka bersyukurlah, jika Anda yang kebetulan ikut asuransi, tidak perlu repot-repot mencari uang untuk memperbaiki rumah yang rusak atau mobil yang ngadat akibat hantaman banjir cukup ajukan klaim ke perusahaan asuransi, Anda akan mendapat ganti rugi.

Dengan sering terjadinya bencana alam seperti banjir dan kebakaran di Jakarta dan sejumlah wilayah di tanah air, membuat orang ataupun pelaku usaha mulai melirik asuransi sebagai pilihan utama untuk mengurangi kerugian atas resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Fenomena ini tidak terlepas dari situasi dan kondisi Indonesia dewasa ini, serta tingkat kesadaran masyarakat akan kegunaan asuransi yang semakin membaik.

Asuransi

TIPS MEMILIH PERUSAHAAN ASURANSI YANG BAIK

By Indra

Memilih sebuah perusahaan asuransi yang baik memang tidak gampang. Apalagi di tengah persaingan yang ketat di antara perusahaan asuransi seperti sekarang ini.

Banyak perusahaan asuransi mengklaim mereka adalah yang terbaik. Ini bisa dilihat kalau ada produk asuransi yang ditawarkan kepada masyarakat lewat iklan-iklan, nyaris tidak ada yang kurang. Demikian pula dengan kinerja yang mereka lakukan, selalu menonjolkan yang baik-baik saja. Agak jarang manajemen perusahaan asuransi mengutarakan kelemahan-kelemahan yang mereka alami.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang seharusnya dipertimbangkan dalam proses memilih suatu perusahaan asuransi terutama untuk asuransi jiwa dan kerugian. Dalam menilai kekuatan keuangan ini ada beberapa tolok ukur yang perlu diperhatikan. Apalagi, perusahaan asuransi adalah menjual jasa, maka layanan prima merupakan kunci utama. Apakah perusahaan asuransi ini sudah betul-betul memberikan pelayanan terbaik buat nasabahnya.

Masalah biaya adalah seberapa besar biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi dalam operasionalnya. Kalau lebih besar biaya dibanding pemasukan, maka jelas perusahaan tersebut tidak efisien. Bandingkan harga premi asuransi yang sama dengan asuransi yang lain. Mana yang kualitasnya betul-betul baik.

Kalau angka RBC-nya besar, ini berarti perusahaan tersebut dinilai dalam kondisi baik. Sebaliknya, ada perusahaan asuransi yang kecil tetapi tidak pernah melakukan ekspansi, maka angka RBC-nya mungkin jauh lebih besar. Jadi, angka RBC tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya ukuran, apakah perusahaan asuransi itu sehat atau tidak.

Dalam hal ini yang juga patut diperhatikan adalah kinerja perusahaan tersebut dalam dua atau tiga tahun terakhir. Seberapa besar keuntungan yang diperoleh tiap tahun, berapa besar premi bruto yang mereka terima tiap tahun, seberapa besar penambahan modal dan aset setiap tahun. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana perilaku manajemen perusahaan tersebut selama ini. Adakah manajemen perusahaan itu selama ini ingkar janji?